Suasana hangat dan penuh rasa syukur mewarnai acara pelepasan calon wisudawan pascasarjana yang diselenggarakan oleh Departemen Sosial Ekonomi Pertanian pada Selasa, 21 April 2026. Momen ini menjadi penanda penting bagi para mahasiswa yang telah menuntaskan perjalanan akademiknya, sekaligus awal dari langkah baru setelah menyelesaikan studi di Program Studi Magister Manajemen Agribisnis (MMA) UGM. Pada Wisuda Pascasarjana Periode III Tahun Ajaran 2025/2026 ini, MMA UGM meluluskan sebanyak 10 mahasiswa.
SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi
Bagi mahasiswa S1 di UGM, program fast track adalah sebuah kesempatan yang bisa dimanfaatkan. Program ini merupakan jalur percepatan studi yang memungkinkan mahasiswa menyelesaikan pendidikan sarjana dan magister dalam waktu sekitar lima tahun. Dalam skema ini, semester 7 dan 8 di jenjang S1 dijalani bersamaan dengan semester 1 dan 2 di jenjang S2 sehingga proses studi dapat berlangsung lebih efisien.
Salah satu yang memilih jalan ini adalah Devira Putri Rahmalia, mahasiswa Program Magister Manajemen Agribisnis (MMA) UGM yang kini tengah menyelesaikan tesisnya. Sejak awal kuliah S1, ia sebenarnya sudah mengenal program ini lewat berbagai sosialisasi yang diadakan fakultas. Namun, seperti banyak mahasiswa lain, ia juga sempat merasa ragu dan maju mundur karena belum sepenuhnya siap. Pada akhirnya, Devira memutuskan untuk menjalani fast track karena melihat ada banyak hal yang bisa ia dapatkan dari program ini. Salah satu yang paling ia pertimbangkan adalah efisiensi waktu studi. Bagi Devira, hal itu penting karena sejalan dengan rencana jangka panjangnya yang ingin fokus di ranah akademik. Selain itu, ia juga melihat fast track sebagai kesempatan yang sayang jika dilewatkan, apalagi program ini memang terbuka bagi mahasiswa UGM.
Program Studi Magister Manajemen Agribisnis (MMA), Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, kembali mencatat capaian membanggakan melalui salah satu mahasiswanya, Muhammad Azzar Kashi. Studi magister yang umumnya ditempuh sekitar dua tahun, berhasil diselesaikan hanya dalam waktu 1 tahun 4 bulan. Capaian ini menunjukkan bahwa dengan perencanaan yang matang dan komitmen yang kuat, studi di jenjang magister dapat diselesaikan secara lebih efisien tanpa mengurangi kualitas.
Azzar, yang berasal dari Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, merupakan lulusan S1 Agribisnis dari Universitas Malikussaleh. Selama menempuh studi di MMA UGM, ia tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga aktif dalam kegiatan kampus dan mulai bekerja sejak semester kedua.
Program Studi Magister Manajemen Agribisnis (MMA), Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, menyelenggarakan kegiatan sosialisasi hibah penelitian pada Kamis, 26 Februari 2026. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kaprodi MMA UGM, Dr. Ir. Lestari Rahayu Waluyati, M.P., sebagai bagian dari upaya mendorong penguatan budaya riset di lingkungan program studi.
Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai skema Hibah Penelitian Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa MMA Tahun 2026, sekaligus membuka peluang keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan penelitian yang terintegrasi dengan bimbingan dosen.
Program Studi Magister Manajemen Agribisnis (MMA), Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, menyelenggarakan kegiatan matrikulasi bagi mahasiswa baru angkatan 52 sebagai langkah awal dalam mempersiapkan perkuliahan di jenjang magister. Kegiatan matrikulasi ini dilaksanakan pada awal Februari 2026 dan dirancang untuk memberikan bekal dasar bagi mahasiswa dengan latar belakang pendidikan yang beragam, sehingga memiliki pemahaman yang setara sebelum memasuki perkuliahan inti.
Pada hari pertama, kegiatan diawali dengan sesi penjelasan program studi yang disampaikan oleh Kaprodi MMA, Dr. Ir. Lestari Rahayu Waluyati, M.P. Sesi ini menjadi pengantar penting bagi mahasiswa untuk memahami sistem pembelajaran, kurikulum, serta arah pengembangan studi di MMA UGM.
Komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pemberdayaan masyarakat kembali diwujudkan oleh Program Studi Magister Manajemen Agribisnis (MMA), Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Budidaya Sayuran bagi Petani”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 30 Desember 2025 di Kalurahan Sidoluhur, Kapanewon Godean, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya MMA UGM untuk menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam memperkuat kapasitas petani di tingkat lokal. Tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan, kegiatan ini juga dirancang sebagai ruang belajar bersama antara akademisi dan masyarakat dalam menjawab kebutuhan pertanian yang semakin dinamis.
Kesadaran akan pentingnya produk halal tidak hanya menjadi isu religius, tetapi juga berkembang sebagai kebutuhan pasar global. Menjawab tantangan tersebut, Program Studi Magister Manajemen Agribisnis (MMA), Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, kembali menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada peningkatan daya saing UMKM melalui sertifikasi halal.
Kegiatan bertajuk “Sertifikasi Halal UMKM” ini dilaksanakan pada 28 Oktober 2025 di Balai Kalurahan Sidoluhur, Kapanewon Godean, dengan menghadirkan Dr. Jumeri, dosen Fakultas Teknologi Pertanian UGM, sebagai narasumber.
Upaya penguatan kapasitas pelaku usaha tidak hanya berhenti pada aspek kelembagaan dan legalitas, tetapi juga menyentuh fondasi penting dalam keberlanjutan bisnis, yaitu manajemen keuangan. Hal ini menjadi fokus dalam kegiatan pengabdian masyarakat yang diselenggarakan oleh Program Studi Magister Manajemen Agribisnis (MMA), Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, pada Kamis, 9 Oktober 2025 di Balai Kalurahan Sidoluhur, Kapanewon Godean.
Mengangkat tema “Pencatatan Keuangan UMKM”, kegiatan ini menghadirkan Dr. Ir. Lestari Rahayu Waluyati, MP. sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa UMKM memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional, dengan kontribusi mencapai 96,9% terhadap penyerapan tenaga kerja dan 60,5% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Namun demikian, masih banyak UMKM yang menghadapi kendala mendasar dalam pengelolaan keuangan.
Program Studi Magister Manajemen Agribisnis (MMA), Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, kembali melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam rangka penguatan kapasitas pelaku usaha di tingkat desa. Kegiatan bertajuk “Penguatan Kelembagaan UMKM Binaan KDMP Kalurahan Sidoluhur” ini diselenggarakan pada 25 September 2025 dengan menghadirkan Agus Dwi Nugroho, Ph.D. sebagai narasumber.
Kegiatan ini diikuti oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang merupakan binaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Kalurahan Sidoluhur. Dalam sesi penyuluhan, peserta mendapatkan pemahaman komprehensif mengenai aspek fundamental dalam pengembangan UMKM yang berkelanjutan, mulai dari legalitas usaha, manajemen keuangan, strategi pemasaran, hingga pengelolaan sumber daya manusia.
Program Studi Magister Manajemen Agribisnis (MMA), Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, terus memperkuat kolaborasi strategis dengan mitra industri sebagai bagian dari komitmen peningkatan kualitas pendidikan dan relevansi lulusan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Zoom Meeting bersama GeTI (Global Export Trade & Industry) yang dilaksanakan pada Jumat, 31 Januari 2026.
Pertemuan ini membahas pengembangan kerja sama dalam rangka penguatan Minat Studi Agribusiness Digital Strategy pada Program Magister Manajemen Agribisnis. Diskusi difokuskan pada perumusan mata kuliah kolaboratif yang mengintegrasikan keilmuan manajemen agribisnis, teknologi digital, serta strategi ekspor dan perdagangan internasional.