Program Studi Magister Manajemen Agribisnis (MMA), Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, kembali melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam rangka penguatan kapasitas pelaku usaha di tingkat desa. Kegiatan bertajuk “Penguatan Kelembagaan UMKM Binaan KDMP Kalurahan Sidoluhur” ini diselenggarakan pada 25 September 2025 dengan menghadirkan Agus Dwi Nugroho, Ph.D. sebagai narasumber.
Kegiatan ini diikuti oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang merupakan binaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Kalurahan Sidoluhur. Dalam sesi penyuluhan, peserta mendapatkan pemahaman komprehensif mengenai aspek fundamental dalam pengembangan UMKM yang berkelanjutan, mulai dari legalitas usaha, manajemen keuangan, strategi pemasaran, hingga pengelolaan sumber daya manusia.
Salah satu isu utama yang disoroti adalah pentingnya legalitas usaha sebagai fondasi pengembangan UMKM. Narasumber menekankan bahwa pelaku usaha perlu memiliki badan usaha yang jelas, Nomor Induk Berusaha (NIB), serta berbagai sertifikasi pendukung seperti NPWP, izin edar (BPOM/PIRT), sertifikasi halal, hingga Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Legalitas ini tidak hanya berfungsi sebagai perlindungan usaha, tetapi juga menjadi prasyarat penting untuk mengakses pembiayaan dan memperluas pasar.
Selain itu, aspek manajemen keuangan juga menjadi perhatian utama. UMKM didorong untuk mulai melakukan pencatatan usaha secara rutin, baik terkait penerimaan maupun pengeluaran. Dari hasil diskusi, terungkap bahwa sebagian besar pelaku UMKM di Sidoluhur belum memiliki pencatatan usaha karena keterbatasan pengetahuan dan anggapan bahwa proses tersebut rumit. Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pendampingan berkelanjutan yang lebih aplikatif.
Dalam hal pengembangan usaha, peserta juga diberikan wawasan mengenai pentingnya perencanaan bisnis dan strategi pemasaran. Pemanfaatan platform digital seperti SIBAKUL menjadi salah satu solusi untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan omzet. Selain itu, penyusunan profil usaha yang baik juga dinilai penting sebagai langkah awal dalam membangun branding dan akses pasar yang lebih luas.
Aspek lain yang tidak kalah penting adalah pengelolaan sumber daya manusia (SDM). Banyak UMKM masih berfokus pada operasional usaha, namun belum memperhatikan pengembangan kapasitas SDM. Oleh karena itu, pelatihan dan peningkatan kompetensi menjadi kunci dalam mendukung pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen MMA UGM dalam mendukung penguatan ekonomi masyarakat berbasis kewirausahaan. Secara lebih luas, kegiatan ini berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui peningkatan kapasitas UMKM, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui dorongan digitalisasi dan inovasi usaha, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, koperasi, dan pelaku usaha lokal.
Melalui kegiatan pengabdian ini, MMA UGM tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan, tetapi juga sebagai agen perubahan yang aktif dalam pemberdayaan masyarakat. Keterlibatan langsung dalam pendampingan UMKM memberikan pengalaman nyata yang relevan dengan dunia praktik, sekaligus memperkuat kompetensi lulusan agar siap menghadapi tantangan agribisnis modern.
Dokumentasi Kegiatan:
