Upaya penguatan kapasitas pelaku usaha tidak hanya berhenti pada aspek kelembagaan dan legalitas, tetapi juga menyentuh fondasi penting dalam keberlanjutan bisnis, yaitu manajemen keuangan. Hal ini menjadi fokus dalam kegiatan pengabdian masyarakat yang diselenggarakan oleh Program Studi Magister Manajemen Agribisnis (MMA), Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, pada Kamis, 9 Oktober 2025 di Balai Kalurahan Sidoluhur, Kapanewon Godean.
Mengangkat tema “Pencatatan Keuangan UMKM”, kegiatan ini menghadirkan Dr. Ir. Lestari Rahayu Waluyati, MP. sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa UMKM memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional, dengan kontribusi mencapai 96,9% terhadap penyerapan tenaga kerja dan 60,5% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Namun demikian, masih banyak UMKM yang menghadapi kendala mendasar dalam pengelolaan keuangan.
Salah satu persoalan utama yang diidentifikasi adalah belum diterapkannya pencatatan keuangan secara sistematis. Banyak pelaku UMKM masih mencampurkan keuangan pribadi dan usaha, tidak menyimpan bukti transaksi, serta mengandalkan ingatan dalam mencatat pemasukan dan pengeluaran. Kondisi ini menyebabkan pelaku usaha kesulitan dalam mengetahui kondisi keuangan yang sebenarnya, termasuk dalam menghitung laba, mengelola arus kas, hingga mengakses pembiayaan dari lembaga keuangan.
Melalui kegiatan ini, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya pencatatan keuangan sebagai alat pengambilan keputusan dalam usaha. Pencatatan yang baik memungkinkan pelaku UMKM untuk mengontrol biaya, meminimalkan risiko kehilangan aset, mengelola utang dan piutang, serta memantau perkembangan usaha secara berkelanjutan. Selain itu, aspek yang sering terabaikan seperti perhitungan biaya penyusutan juga diperkenalkan sebagai bagian penting dalam perhitungan keuntungan yang lebih akurat.
Sebagai solusi praktis, narasumber mendorong UMKM untuk mulai menerapkan pembukuan sederhana, antara lain dengan memisahkan rekening pribadi dan usaha, mencatat seluruh transaksi secara rutin, mengelompokkan jenis transaksi, serta menyusun laporan keuangan secara berkala. Pemanfaatan teknologi juga menjadi salah satu strategi yang diperkenalkan, melalui penggunaan aplikasi pencatatan keuangan seperti Makari Jurnal dan PosLite yang dapat mempermudah proses administrasi usaha.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen MMA UGM dalam meningkatkan literasi keuangan pelaku UMKM sebagai fondasi pengembangan usaha yang berkelanjutan. Secara lebih luas, kegiatan ini berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan kapasitas usaha mikro, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan usaha. Selain itu, kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam kegiatan ini juga mencerminkan implementasi SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Melalui kegiatan pengabdian yang berkelanjutan, MMA UGM tidak hanya menghadirkan solusi atas permasalahan nyata di lapangan, tetapi juga memberikan ruang pembelajaran kontekstual yang memperkaya pengalaman mahasiswa. Pendekatan ini menjadi salah satu keunggulan MMA UGM dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif dan responsif terhadap kebutuhan dunia usaha.
Dokumentasi Kegiatan:
