• UGM
  • IT Center
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada MAGISTER MANAJEMEN AGRIBISNIS
DEPARTEMEN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA
  • BERANDA
  • TENTANG KAMI
    • Tentang Kami
    • Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran
    • Sejarah
    • Staf Pengajar dan Tenaga Pendidikan
    • Fasilitas
    • Rekognisi Akademis
  • AKADEMIK
    • Jaminan Mutu
    • Profil Lulusan
    • Capaian Pembelajaran Lulusan
    • Kurikulum
      • Daftar Mata Kuliah
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Peta Kurikulum
    • Formulir Pendaftaran Ujian dan Seminar Tesis
    • Peraturan Pelaksanaan Pendidikan
  • RISET DAN PENGABDIAN
    • Publikasi
    • JURNAL
      • JAMADev
      • AGRO EKONOMI
      • Ilmu Pertanian (Agricultural Science)
    • Pengabdian Kepada Masyarakat
  • KEMAHASISWAAN DAN ALUMNI
    • Prestasi Mahasiswa
      • Dinda Amalia Gumay
    • Informasi Beasiswa
    • Alumni
      • Alumni MMA Menyapa (#1): Langgeng Wisnu A
    • KAGAMA (Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada)
    • Lowongan Pekerjaan
    • Survey Kepuasan Stakeholder MMA
    • SURVEY KEPUASAN MAHASISWA MMA 2023/2024
  • UNDUH
    • Buku Panduan Akademik Magister Manajemen Agribisnis (MMA) UGM
    • Modul Pegangan Mata Kuliah (RPKPS)
    • Kalender Akademik Semester Gasal Tahun Ajaran 2026/2027
  • KONTAK KAMI
    • Pengajuan Komplain
  • Beranda
  • News
  • Belajar dan Berbagi di Maluku Utara: Kisah Puri, Mahasiswa MMA UGM dalam Program Patriot

Belajar dan Berbagi di Maluku Utara: Kisah Puri, Mahasiswa MMA UGM dalam Program Patriot

  • News
  • 1 Oktober 2026, 10.50
  • Oleh: rosanameydasurya
  • 0

Ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan menjadi semakin bermakna ketika dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Hal tersebut dirasakan oleh Puri Ayu Pertiwi, mahasiswa Magister Manajemen Agribisnis (MMA) Universitas Gadjah Mada, yang mendapat kesempatan menjadi narasumber dalam Program Patriot di Maluku Utara, tepatnya pada kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema Peningkatan Literasi dan Pemasaran Digital bagi Lembaga Ekonomi di Kawasan Transmigrasi yang diselenggarakan di kawasan transmigrasi Patlean, Halmahera Timur, pada 16 September 2026.

Kesempatan tersebut berawal dari ketertarikannya untuk menerapkan ilmu yang dipelajari di MMA dalam persoalan nyata di masyarakat. Sebelumnya, Puri juga pernah menjadi narasumber dalam kegiatan pengabdian masyarakat di Godean bersama MMA UGM. Berbekal ketertarikannya pada bidang pemasaran, ia kemudian dipercaya untuk berbagi wawasan mengenai pengembangan usaha dan pemasaran kepada pelaku UMKM di wilayah Maluku Utara. Menurut Puri, pengembangan UMKM tidak cukup hanya berfokus pada produksi. Produk yang baik juga perlu memiliki nilai tambah, dikemas dengan menarik, memiliki identitas yang jelas, serta mampu menjangkau konsumen yang tepat.

“Sebagus apapun sebuah produk, apabila tidak memiliki pasar atau tidak mampu menyampaikan nilai produknya kepada konsumen, pertumbuhan usahanya akan terbatas.”

Memahami UMKM dari Perspektif Pasar

Dalam kesempatan tersebut, Puri membagikan perspektif mengenai pentingnya memahami konsumen dan target pasar sebelum mengembangkan strategi pemasaran. Materi yang diberikan mencakup dasar-dasar pemasaran, seperti mengenali kebutuhan konsumen, menentukan target pasar, membangun merek dan menentukan posisi produk di pasar, hingga memanfaatkan media sosial untuk mendukung pemasaran.

Menurutnya, pemasaran digital juga tidak sekadar memiliki akun media sosial. Pelaku UMKM perlu memahami bagaimana media digital dapat digunakan untuk menyampaikan informasi produk, membangun kepercayaan konsumen, dan menjalin hubungan dengan pelanggan. Ia juga melihat bahwa Maluku Utara memiliki beragam potensi lokal yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah.

Namun, potensi tersebut perlu dilihat dari perspektif pasar. Tidak cukup hanya bertanya “apa yang bisa diproduksi?”, tetapi juga “apa yang dibutuhkan pasar dan bagaimana potensi lokal tersebut dapat memenuhi kebutuhan tersebut?”. Perspektif tersebut menjadi salah satu pembelajaran penting yang menurut Puri relevan dengan ilmu agribisnis, yaitu melihat produk tidak hanya dari sisi produksi, tetapi dari keseluruhan rantai nilai hingga sampai kepada konsumen.

Belajar dari Masyarakat

Bagi Puri, kesempatan menjadi narasumber dalam Program Patriot bukan hanya menjadi ruang untuk berbagi ilmu, tetapi juga menjadi kesempatan untuk belajar langsung dari masyarakat. Ia menyadari bahwa pendekatan yang dipelajari di ruang akademik tidak selalu dapat diterapkan secara langsung di lapangan. Setiap masyarakat memiliki pengalaman, kebiasaan, sumber daya, dan kondisi yang berbeda sehingga diperlukan kemampuan untuk memahami konteks sebelum memberikan materi.

“Jangan hanya datang untuk mengajarkan sesuatu kepada masyarakat, karena masyarakat juga memiliki pengalaman dan pengetahuan yang tidak selalu kita dapatkan di kampus,” ungkapnya.

Pengalaman tersebut sekaligus memperkuat pandangannya bahwa ilmu dari MMA dapat membantu melihat persoalan UMKM secara lebih menyeluruh, mulai dari produksi, kualitas, pengolahan, packaging, branding, distribusi, pemasaran, hingga konsumen.

Puri berharap UMKM di Maluku Utara dapat terus berkembang dengan memanfaatkan potensi lokal sekaligus memiliki orientasi pasar yang lebih luas. Menurutnya, pengembangan usaha tidak hanya perlu diarahkan pada peningkatan penjualan dalam jangka pendek, tetapi juga pada kemampuan menjaga kualitas, mengelola usaha dengan baik, beradaptasi terhadap perubahan pasar, dan menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Pengalaman ini menjadi pengingat bagi Puri bahwa ilmu yang diperoleh di perguruan tinggi akan memiliki nilai yang lebih besar ketika dapat diaplikasikan menjadi manfaat nyata bagi masyarakat.

Kontribusi terhadap SDGs

Kegiatan berbagi pengetahuan dan wawasan pemasaran kepada pelaku UMKM dalam Program Patriot turut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Penguatan kapasitas UMKM, peningkatan kemampuan pemasaran, serta pengembangan nilai tambah produk lokal dapat mendukung terciptanya kegiatan ekonomi yang produktif dan berkelanjutan. Selain itu, pemanfaatan teknologi digital dan pengembangan inovasi dalam pemasaran juga memiliki keterkaitan dengan SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Melalui kontribusi mahasiswa di tengah masyarakat, ilmu akademik dapat menjadi bagian dari upaya mendorong pengembangan ekonomi lokal yang lebih adaptif dan berkelanjutan.

Penulis: Rosana Meyda Surya

Tags: SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi SDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Universitas Gadjah Mada

Magister Manajemen Agribisnis
Gedung Departemen Sosial Ekonomi Pertanian (A10 lt.2)
Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada
Jl. Flora, Bulaksumur Yogyakarta
Email: faperta@ugm.ac.id | Telp.: 0274563062 | Instagram: @mma.ugm

©

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY