Suasana hangat dan penuh kebahagiaan mewarnai acara pelepasan wisudawan pascasarjana Periode I Tahun Ajaran 2026/2027 yang diselenggarakan oleh Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM), pada Rabu, 28 Oktober 2026. Momen ini menjadi penanda berakhirnya perjalanan akademik para mahasiswa pascasarjana sekaligus awal dari langkah baru untuk mengembangkan diri dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Pada periode ini, Departemen Sosial Ekonomi Pertanian melepas sebanyak 27 wisudawan, yang terdiri atas 11 lulusan Magister Ekonomi Pertanian (MEP) dan 16 lulusan Magister Manajemen Agribisnis (MMA).

Acara diawali dengan sambutan dari Ketua Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, Prof. Dr. Ir. Irham, M.Sc. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan atas keberhasilan menyelesaikan studi. Beliau juga berpesan agar ilmu dan pengalaman yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di UGM tidak berhenti sebagai pencapaian akademik semata, tetapi dapat dimanfaatkan untuk memberikan manfaat bagi petani dan masyarakat luas. Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan pendidikan tinggi tidak hanya tercermin dari gelar yang diperoleh, tetapi juga dari kontribusi yang dapat diberikan untuk menjawab berbagai tantangan di tengah masyarakat.

Kesempatan untuk menyampaikan sambutan perwakilan wisudawan diberikan kepada Rahmi Sarita dari Program Studi Magister Ekonomi Pertanian. Ia berhasil menyelesaikan studinya dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,98 dalam waktu 2 tahun 5 bulan 30 hari. Dalam sambutannya, Rahmi menyampaikan pesan bahwa gelar akademik bukanlah satu-satunya tujuan dari perjalanan pendidikan. Lebih dari itu, ilmu, pengalaman, dan nilai-nilai yang diperoleh selama masa studi diharapkan dapat menjadi bekal untuk memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Pesan tersebut merefleksikan makna kelulusan sebagai awal dari tanggung jawab untuk mengamalkan ilmu dan berkontribusi melalui bidang yang ditekuni.

Pada periode wisuda kali ini, Devira Putri Rahmalia tercatat sebagai wisudawan MMA dengan masa studi tercepat, yakni 1 tahun 5 bulan 30 hari, dengan IPK 3,96. Pencapaian tersebut menjadi salah satu hal yang membanggakan dalam pelepasan wisudawan periode ini. Keberhasilannya menyelesaikan studi dalam waktu relatif singkat menunjukkan capaian akademik yang patut diapresiasi sekaligus menjadi bagian dari cerita keberhasilan para lulusan dalam menempuh pendidikan pascasarjana.

Pelepasan wisudawan ini bukan sekadar seremoni untuk merayakan keberhasilan menyelesaikan studi, melainkan juga menjadi ruang refleksi atas perjalanan akademik yang telah dilalui. Di balik setiap pencapaian, terdapat proses belajar, kerja keras, ketekunan, serta dukungan dari dosen, keluarga, dan rekan seperjuangan. Berbekal pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama menempuh pendidikan di Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, para wisudawan diharapkan mampu melangkah ke tahap berikutnya dengan semangat untuk terus belajar, berkembang, dan memberikan dampak positif di lingkungan masing-masing.

Kegiatan ini sejalan dengan SDG 4: Pendidikan Berkualitas, yang menekankan pentingnya akses terhadap pendidikan yang inklusif dan berkualitas serta kesempatan belajar sepanjang hayat. Selain itu, pesan untuk mengamalkan ilmu dan memberikan manfaat bagi petani serta masyarakat turut mendukung SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan sumber daya manusia yang kompeten dan produktif. Kontribusi para lulusan dalam bidang ekonomi pertanian dan manajemen agribisnis juga berpotensi mendukung SDG 2: Tanpa Kelaparan, khususnya melalui pengembangan sektor pertanian yang berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan petani.

Melalui pelepasan wisudawan Periode I Tahun Ajaran 2026/2027, Departemen Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian UGM berharap para lulusan dapat membawa ilmu dan pengalaman yang telah diperoleh untuk memberikan kontribusi nyata di berbagai bidang. Kelulusan ini menjadi awal perjalanan baru untuk mengimplementasikan pengetahuan, mengembangkan inovasi, serta mengambil peran dalam pembangunan pertanian dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
