• UGM
  • IT Center
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada MAGISTER MANAJEMEN AGRIBISNIS
DEPARTEMEN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA
  • BERANDA
  • TENTANG KAMI
    • Tentang Kami
    • Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran
    • Sejarah
    • Staf Pengajar dan Tenaga Pendidikan
    • Fasilitas
    • Rekognisi Akademis
  • AKADEMIK
    • Jaminan Mutu
    • Profil Lulusan
    • Capaian Pembelajaran Lulusan
    • Kurikulum
      • Daftar Mata Kuliah
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Peta Kurikulum
    • Formulir Pendaftaran Ujian dan Seminar Tesis
    • Peraturan Pelaksanaan Pendidikan
  • RISET DAN PENGABDIAN
    • Publikasi
    • JURNAL
      • JAMADev
      • AGRO EKONOMI
      • Ilmu Pertanian (Agricultural Science)
    • Pengabdian Kepada Masyarakat
  • KEMAHASISWAAN DAN ALUMNI
    • Prestasi Mahasiswa
      • Dinda Amalia Gumay
    • Informasi Beasiswa
    • Alumni
      • Alumni MMA Menyapa (#1): Langgeng Wisnu A
    • KAGAMA (Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada)
    • Lowongan Pekerjaan
    • Survey Kepuasan Stakeholder MMA
    • SURVEY KEPUASAN MAHASISWA MMA 2023/2024
  • UNDUH
    • Buku Panduan Akademik Magister Manajemen Agribisnis (MMA) UGM
    • Modul Pegangan Mata Kuliah (RPKPS)
    • Kalender Akademik Semester Gasal Tahun Ajaran 2026/2027
  • KONTAK KAMI
    • Pengajuan Komplain
  • Beranda
  • News
  • Dari Fast Track hingga Ph.D. di Jepang: Catatan Perjalanan Adinda Rahmi Maulida

Dari Fast Track hingga Ph.D. di Jepang: Catatan Perjalanan Adinda Rahmi Maulida

  • News
  • 10 September 2026, 14.55
  • Oleh: cahyaarindrasari
  • 0

Perjalanan akademik setiap orang memiliki cerita dan tantangannya masing-masing. Bagi Adinda Rahmi Maulida, perjalanan tersebut menjadi proses panjang yang mempertemukan ketekunan, keberanian mengambil peluang, serta kemauan untuk terus mencoba meskipun menghadapi berbagai kegagalan.

Lahir pada tahun 2001 dan berasal dari Pekalongan, Jawa Tengah, Adinda menempuh pendidikan S1 di Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada, sejak 2019 dan menyelesaikannya pada 2023. Ketertarikannya pada bidang manajemen agribisnis kemudian membawanya melanjutkan studi ke Magister Manajemen Agribisnis (MMA) UGM melalui program fast track.
Sejak awal S1, Adinda memang telah memiliki rencana untuk melanjutkan studi ke jenjang magister. Baginya, program fast track menjadi peluang untuk mempersingkat waktu pendidikan.

“Dengan waktu 5 tahun, saya bisa memperoleh 2 gelar S.P. dan M.Sc.”

Perjalanannya menuju program fast track pun tidak langsung berhasil. Setelah gagal mendaftar pada semester 6 karena kendala administrasi, Adinda kembali mencoba pada semester 7 dan akhirnya diterima sebagai mahasiswa S2 MMA melalui jalur fast track.
Menjalani studi S1 dan S2 dalam waktu lima tahun tentu memiliki tantangan tersendiri. Bagi Adinda, tantangan terbesar adalah time management. Ia mulai menjalani S2 pada semester 8 S1 sehingga hanya memiliki waktu kurang lebih 1,5 tahun untuk menyelesaikan pendidikan magister.
Tantangan tersebut semakin terasa karena topik penelitian S1 dan S2 yang dipilihnya berbeda. Skripsinya membahas manajemen finansial agribisnis pada usaha tani salak, sedangkan tesisnya berfokus pada manajemen pemasaran dan perilaku konsumen agribisnis pada usaha tani tebu.
Di tengah proses tersebut, Adinda pernah merasa kewalahan dan hampir menyerah. Namun, karena telah memilih jalan tersebut, ia memutuskan untuk tetap melanjutkannya hingga memperoleh gelar M.Sc.
Saat merasa burnout, gagal, atau lelah, Adinda biasanya memilih berhenti sejenak. Jika memungkinkan, ia pulang ke rumah orang tuanya di Pekalongan selama dua hingga tiga hari. Jika tidak sempat pulang, ia memilih quality time sendiri atau bersama teman terdekat.
“Tubuh dan pikiran kita juga perlu istirahat walaupun hati masih ingin terus bekerja.”

Untuk menjaga ritme studinya, Adinda menerapkan strategi time mapping sejak semester pertama S2. Ia membuat target yang ingin dicapai pada setiap semester sehingga dapat tetap fokus dan mengetahui apakah dirinya masih berada di jalur yang tepat.
Di tengah studi, ia juga menjalani pekerjaan part time di MMA sekitar empat jam setiap hari dan tetap menyempatkan diri berolahraga dua hingga tiga kali seminggu. Pembagian waktu tersebut tidak selalu mudah dan cukup melelahkan, tetapi ia terus berusaha konsisten karena mengetahui tujuan akhirnya: lulus dan mendapatkan predikat fast track.
Bagi mahasiswa MMA yang sedang menjalani studi, Adinda memiliki pesan sederhana:

“Just do it, do your best! Lakukan saja prosesnya semampunya yang kamu bisa dan terus berdoa. Lakukan yang bisa kamu kontrol, don’t waste your time to overthinking!”

Menjadi dosen telah menjadi pilihan Adinda. Setelah menyelesaikan S2, ia mulai mempersiapkan studi S3 sejak akhir 2024. Di tengah persiapan tersebut, setelah memperoleh LoA S3 pada 2025, ia mendapatkan informasi mengenai recruitment dosen tetap UGM.
Dengan dokumen yang telah memenuhi persyaratan, Adinda mencoba mengikuti proses seleksi. Setelah melalui berbagai tahapan, mulai dari seleksi administrasi hingga micro teaching, ia dinyatakan lolos dan resmi menjadi dosen tetap Universitas Gadjah Mada pada Januari 2026.

Bagi Adinda, pengalaman selama studi di MMA memiliki peran besar dalam perjalanan karier akademiknya. MMA tidak hanya memberinya ilmu mengenai manajemen agribisnis, tetapi juga membangun keterampilan sebagai peneliti dan akademisi, mulai dari metodologi penelitian, analisis data, hingga penulisan ilmiah.
Berbagai pengalaman melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, modular courses, dan program Erasmus+ juga menjadi bagian penting dalam membangun portofolionya untuk melanjutkan studi S3 dan berkarier sebagai dosen.
Sejak April 2026, perjalanan akademik Adinda berlanjut di Jepang. Ia menempuh studi Ph.D. Business and Management di Graduate School of Economics, The University of Osaka, dengan fokus pada bidang marketing.
Ia memilih bidang Business and Management karena ingin memperluas pemahaman mengenai manajemen pemasaran, khususnya consumer behaviour, yang nantinya dapat diimplementasikan dalam pengembangan ilmu manajemen agribisnis. Ia juga melihat The University of Osaka sebagai universitas kelas dunia dengan fasilitas dan ekosistem akademik yang mendukung riset.
Adinda berharap penelitian yang dilakukan tidak hanya menghasilkan kontribusi ilmiah melalui publikasi bereputasi tinggi, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi pengembangan ilmu manajemen agribisnis di Indonesia.

Untuk mendukung studi S3-nya, Adinda memperoleh
Nishimura Foundation International Scholarship.
Ia mendaftarkan diri pada Desember 2025 dan mengikuti proses seleksi pada April–Mei 2026.
Salah satu tantangan dalam proses tersebut adalah penulisan essay dan wawancara yang menggunakan bahasa Jepang.
Adinda juga membagikan informasi kepada pembaca mengenai beasiswa tersebut yang telah tertera lebih lanjut pada tautan ini:

Website Nishimura Foundation International Scholarship


Bagi Adinda, kunci menghadapi proses seleksi adalah percaya diri dan berusaha sebaik mungkin pada setiap tahap. Persiapan studi ke luar negeri juga menjadi perjalanan tersendiri. Selama kurang lebih satu tahun, Adinda mempersiapkan studi S3 sembari bekerja sebagai research assistant dan membantu kegiatan di Program Studi MMA. Ia harus mencari profesor yang sesuai sebagai supervisor, menyusun proposal, mendapatkan LoA, mempersiapkan IELTS, mendaftar beasiswa, hingga menyelesaikan admission di The University of Osaka.

Sebelum akhirnya berhasil mendapatkan beasiswa, Adinda juga pernah gagal pada dua beasiswa yang sebelumnya ia daftarkan. Namun, kegagalan tersebut tidak membuatnya berhenti mencoba.

“Pada intinya tidak ada yang mudah. Namun, jika terus mencoba, terus berusaha, dan berdoa, maka akan menemukan jalan yang sesuai di waktu yang tepat.”

Karena itu, Adinda berpesan kepada calon mahasiswa yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri agar tidak hanya mencoba satu beasiswa. Berbagai peluang perlu terus dicari karena banyak lembaga, khususnya di Jepang, yang menawarkan beasiswa dan membuka pendaftaran setiap tahun.

Bagi Adinda, studi S3 bukan hanya tentang menyelesaikan riset. Selama berada di Jepang, ia juga ingin memperluas networking dengan membangun hubungan baik bersama teman-teman dari Jepang maupun negara lainnya. Ia percaya bahwa jejaring tersebut suatu saat dapat berkembang menjadi kolaborasi dalam penelitian maupun project lainnya.
Setelah menyelesaikan studi S3, Adinda berencana kembali ke Indonesia dan membawa ilmu serta pengalaman yang diperolehnya untuk memberikan manfaat bagi pengembangan institusi.

Perjalanan Adinda menunjukkan bahwa pencapaian akademik tidak lahir dalam satu malam. Di balik keberhasilannya menyelesaikan S1 dan S2 dalam lima tahun melalui program fast track, menjadi dosen tetap UGM, hingga melanjutkan Ph.D. di Jepang dengan dukungan beasiswa, terdapat proses panjang yang diwarnai perencanaan, kerja keras, kelelahan, kegagalan, dan keberanian untuk terus mencoba.

Dari ruang kuliah di Fakultas Pertanian UGM, perjalanan Adinda kini berlanjut hingga Jepang. Namun, satu hal tetap menjadi tujuan: membawa pulang ilmu, pengalaman, dan jejaring untuk berkontribusi bagi pengembangan ilmu manajemen agribisnis di Indonesia.

Perjalanan Adinda juga menjadi bagian dari upaya mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pendidikan, penelitian, dan pengembangan kapasitas akademik. Ilmu dan pengalaman yang diperolehnya di Jepang diharapkan dapat dibawa kembali ke Indonesia untuk berkontribusi pada pengembangan ilmu manajemen agribisnis yang berkelanjutan, sekaligus mendukung SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi).

Penulis : Cahya Arindrasari
Admin Website Magister Manajemen Agribisnis, Fakultas Pertanian UGM

Tags: SDG 4: Pendidikan Berkualitas SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Universitas Gadjah Mada

Magister Manajemen Agribisnis
Gedung Departemen Sosial Ekonomi Pertanian (A10 lt.2)
Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada
Jl. Flora, Bulaksumur Yogyakarta
Email: faperta@ugm.ac.id | Telp.: 0274563062 | Instagram: @mma.ugm

©

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY