• UGM
  • IT Center
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada MAGISTER MANAJEMEN AGRIBISNIS
DEPARTEMEN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA
  • BERANDA
  • TENTANG KAMI
    • Tentang Kami
    • Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran
    • Sejarah
    • Staf Pengajar dan Tenaga Pendidikan
    • Fasilitas
    • Rekognisi Akademis
  • AKADEMIK
    • Jaminan Mutu
    • Profil Lulusan
    • Capaian Pembelajaran Lulusan
    • Kurikulum
      • Daftar Mata Kuliah
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Peta Kurikulum
    • Formulir Pendaftaran Ujian dan Seminar Tesis
    • Peraturan Pelaksanaan Pendidikan
  • RISET DAN PENGABDIAN
    • Publikasi
    • JURNAL
      • JAMADev
      • AGRO EKONOMI
      • Ilmu Pertanian (Agricultural Science)
    • Pengabdian Kepada Masyarakat
  • KEMAHASISWAAN DAN ALUMNI
    • Prestasi Mahasiswa
      • Dinda Amalia Gumay
    • Informasi Beasiswa
    • Alumni
      • Alumni MMA Menyapa (#1): Langgeng Wisnu A
    • KAGAMA (Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada)
    • Lowongan Pekerjaan
    • Survey Kepuasan Stakeholder MMA
    • SURVEY KEPUASAN MAHASISWA MMA 2023/2024
  • UNDUH
    • Buku Panduan Akademik Magister Manajemen Agribisnis (MMA) UGM
    • Modul Pegangan Mata Kuliah (RPKPS)
    • Kalender Akademik Semester Gasal Tahun Ajaran 2026/2027
  • KONTAK KAMI
    • Pengajuan Komplain
  • Beranda
  • agenda
  • MMA UGM Perkuat Kolaborasi UMKM dan KDMP untuk Mendorong Usaha Naik Kelas di Kalurahan Sidoluhur

MMA UGM Perkuat Kolaborasi UMKM dan KDMP untuk Mendorong Usaha Naik Kelas di Kalurahan Sidoluhur

  • agenda, info
  • 9 Oktober 2026, 11.09
  • Oleh: cahyaarindrasari
  • 0

Di tengah persaingan pasar yang semakin ketat, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dituntut untuk terus berinovasi, menjaga kualitas produk, serta memperluas jangkauan pemasaran. Tidak hanya mengandalkan kemampuan produksi, keberhasilan usaha juga memerlukan pengelolaan yang baik dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Menjawab kebutuhan tersebut, Program Studi Magister Manajemen Agribisnis (MMA) Universitas Gadjah Mada (UGM) mendorong penguatan kapasitas UMKM melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat.

Pada Kamis, 8 Oktober 2026, Program Studi MMA UGM menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Strategi Pengembangan UMKM Pangan Mitra KDMP Sidoluhur” di Kalurahan Sidoluhur, Kapanewon Godean, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan yang berlangsung pukul 13.00–16.00 WIB ini menjadi ruang berbagi pengetahuan mengenai strategi pengembangan usaha sekaligus memperkuat sinergi antara pelaku UMKM dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi MMA UGM, Ketua Program Studi MMA UGM Dr. Ir. Lestari Rahayu Waluyati, M.P., Ketua Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi MMA UGM Agus Dwi Nugroho, S.P., M.Sc., Ph.D., serta sejumlah dosen dan mahasiswa MMA UGM. Turut hadir Lurah Sidoluhur, Bapak Hernawan Zudanto, Ketua KDMP Bapak Triyono, Manager KDMP Bapak Rizky, pengurus KDMP Sidoluhur, serta para pelaku UMKM setempat. Materi disampaikan oleh Ibu Sutiasih, S.P., M.M., selaku Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Sleman.

Dalam pemaparannya, Ibu Sutiasih mengajak para pelaku UMKM untuk memahami pentingnya transformasi usaha agar dapat berkembang dan naik kelas. Usaha yang berkembang tidak hanya ditandai oleh peningkatan penjualan, tetapi juga oleh konsistensi kualitas produk, penggunaan standar takaran, keamanan pangan, kemasan yang kedap udara dan menarik, serta pengelolaan keuangan yang lebih tertata. Pemisahan uang usaha dari keuangan rumah tangga dan pencatatan keuangan secara disiplin menjadi bagian penting untuk mengetahui keuntungan maupun kerugian usaha.

Selain itu, kolaborasi antarpelaku usaha juga menjadi salah satu strategi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan daya saing. Pelaku UMKM dapat mengembangkan paket produk bersama dengan usaha lain sehingga tercipta penawaran yang lebih menarik bagi konsumen. Dengan demikian, persaingan tidak hanya berfokus pada penurunan harga, tetapi juga pada kualitas, nilai tambah, dan keunikan produk yang ditawarkan.

Tantangan pemasaran turut menjadi perhatian dalam kegiatan ini. Keterbatasan penguasaan teknologi digital, lambatnya respons terhadap pesan pelanggan, serta persaingan harga dengan produk dari luar daerah menjadi sejumlah kendala yang dihadapi pelaku UMKM. Untuk mengatasi tantangan tersebut, diperlukan dukungan ekosistem usaha yang mampu membantu pelaku UMKM meningkatkan kualitas produk sekaligus menjangkau pasar yang lebih luas.

Salah satu upaya yang diperkenalkan adalah pemanfaatan Sleman Mart sebagai etalase terkurasi bagi produk unggulan Kabupaten Sleman yang telah memenuhi standar kualitas. Melalui pendekatan ini, pemerintah dapat berperan sebagai penghubung antara pelaku UMKM dan calon pembeli, termasuk dengan membantu kegiatan pemasaran serta mempertemukan pelaku usaha dengan mitra potensial. Dengan dukungan tersebut, pelaku UMKM dapat lebih berfokus pada proses produksi dan peningkatan kualitas produknya.

Dalam kesempatan yang sama, Ibu Sutiasih juga menekankan pentingnya legalitas usaha. Pelaku UMKM diharapkan tidak menunda pengurusan perizinan hingga usahanya berkembang besar. Sebaliknya, legalitas perlu dipersiapkan sejak awal sebagai salah satu fondasi untuk memperluas usaha, meningkatkan kepercayaan konsumen, dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas.

Pengembangan UMKM juga memerlukan pendampingan yang berkelanjutan. Tahapan pendampingan mencakup identifikasi dan pendataan kebutuhan pelaku usaha, pelatihan untuk meningkatkan kapasitas, fasilitasi pembiayaan, hingga perluasan pasar. Pendekatan ini diharapkan dapat memastikan bahwa dukungan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan nyata setiap pelaku UMKM, bukan sekadar bersifat umum.

Salah satu poin penting yang dibahas dalam kegiatan ini adalah potensi kerja sama antara UMKM dan KDMP. Koperasi dapat berperan dalam menyediakan akses permodalan dan pembiayaan produktif, mendampingi peningkatan kapasitas usaha, serta membantu proses pemasaran dan distribusi. Pembiayaan dapat diarahkan untuk memenuhi kebutuhan riil UMKM, seperti pengadaan bahan baku, pengembangan alat produksi, dan peningkatan kapasitas usaha, dengan skema angsuran yang fleksibel serta pendekatan pembinaan yang berkelanjutan.

Dalam kemitraan produksi, KDMP juga berpotensi menjadi penghubung antarpelaku UMKM, membantu menjaga standar kualitas, serta mendukung pengembangan kemasan dan efisiensi biaya. Sementara itu, melalui pemasaran kolektif, produk UMKM dapat dipasarkan melalui gerai koperasi, lokapasar (marketplace), maupun mitra eksternal dengan mengusung identitas bersama, seperti “Produk Unggulan Desa”. Skema ini diharapkan dapat memperluas akses pasar bagi UMKM sekaligus membangun sumber pendapatan bagi koperasi.

Kolaborasi tersebut perlu disertai pembagian hak dan kewajiban yang jelas. Pelaku UMKM diharapkan memperoleh akses terhadap modal, pasar, pendampingan usaha, serta keberlanjutan kemitraan. Di sisi lain, UMKM perlu memenuhi ketentuan kerja sama, termasuk menjadi anggota KDMP, menjaga kualitas produk, dan mematuhi kesepakatan yang telah ditetapkan.

Diskusi yang berlangsung dalam kegiatan ini juga mengangkat potensi pengembangan ekonomi lokal di Kalurahan Sidoluhur. Ketua Forum Komunikasi UMKM (FORKOM UMKM) Sidoluhur, Pak Yuli, menyampaikan harapan agar kolaborasi antara UMKM dan KDMP dapat terus dikembangkan, mengingat Sidoluhur telah memiliki pengalaman dalam membangun branding dan menjadi lokasi studi banding dari berbagai sektor.

Menanggapi hal tersebut, salah satu peluang yang dibahas adalah pengembangan kegiatan Sunday Morning (Sunmor) UMKM yang telah berjalan di Sidoluhur. Kegiatan tersebut berpotensi dikembangkan dengan menghadirkan hiburan atau mengintegrasikannya dengan destinasi wisata berbasis koperasi, misalnya melalui paket edukasi wisata (eduwisata) berbayar. Pengembangan ini memerlukan dukungan produk UMKM yang beragam dan berkualitas agar mampu menjadi daya tarik bagi pengunjung.

Diskusi juga menyoroti pentingnya keterlibatan petani dan pelaku sektor lainnya dalam ekosistem KDMP. Keterhubungan antara petani, UMKM, dan koperasi berpotensi memperkuat rantai pasok serta membuka peluang distribusi produk dan dukungan usaha yang lebih terintegrasi. Dengan membangun kemitraan yang saling menguntungkan, pengembangan usaha di tingkat desa diharapkan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan menjadi bagian dari ekosistem ekonomi lokal yang saling mendukung.

Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, MMA UGM berharap dapat berkontribusi dalam meningkatkan kapasitas pelaku UMKM serta mendorong terbentuknya kolaborasi yang lebih kuat antara UMKM, KDMP, pemerintah, dan masyarakat. Penguatan kualitas produk, legalitas usaha, pengelolaan keuangan, serta pemasaran dan distribusi menjadi langkah penting untuk mendukung keberlanjutan usaha.

Lebih dari sekadar sosialisasi, kegiatan ini menjadi ruang untuk mengidentifikasi potensi dan tantangan pengembangan UMKM di Kalurahan Sidoluhur. Dengan sinergi yang berkelanjutan, UMKM diharapkan mampu meningkatkan daya saing, memperluas pasar, dan tumbuh menjadi usaha yang lebih profesional serta berkontribusi terhadap perekonomian masyarakat.

Kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui upaya penguatan kapasitas, produktivitas, dan daya saing UMKM, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui pengembangan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, koperasi, dan pelaku usaha dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan.

Penulis : Cahya Arindrasari

Admin Program Studi Magister Manajemen Agribisnis UGM

Dokumentasi :

Tags: SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Universitas Gadjah Mada

Magister Manajemen Agribisnis
Gedung Departemen Sosial Ekonomi Pertanian (A10 lt.2)
Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada
Jl. Flora, Bulaksumur Yogyakarta
Email: faperta@ugm.ac.id | Telp.: 0274563062 | Instagram: @mma.ugm

©

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY