
Juli 2026, Program Studi Magister Manajemen Agribisnis kembali mengadakan kegiatan widyakarya. Negeri Jiran, Malaysia, kembali menjadi tujuan kegiatan widyakarya. Sebanyak 24 mahasiswa/i didampingi oleh Dr. Ir. Lestari Rahayu Waluyati, MP dan Prof. Dr. Jangkung Handoyo Mulyo, S.P., M.Ec. memulai perjalanan widyakarya pada tanggal 6 Juli 2026. Kunjungan ke Malaysia bukanlah kali pertama namun meskipun demikian, tahun ini menghadirkan pengalaman yang baru bagi para mahasiswa untuk menilik dan mempelajari beberapa perusahaan agribisnis di Malaysia.
6 Juli 2026, rombongan widyakarya memulai perjalanannya dari Bandara YIA dan tiba di Kuala Lumpur pada sore hari pukul 18.00. Kegiatan pada hari pertama diisi dengan jelajah kuliner. “Widyakarya nggak hanya ajang untuk belajar, tetapi juga menjadi kegiatan liburan yang seru banget bersama dengan teman-teman” ujar salah satu mahasiswa.

Kegiatan kunjungan yang sesungguhnya dimulai pada hari kedua widyakarya yaitu pada hari Selasa, 7 Juli 2026. Destinasi pertama yaitu Universiti Putra Malaysia (UPM). Permulaan yang menyegarkan bagi rombongan widyakarya, di mana dalam kunjungan tersebut, baik mahasiswa maupun dosen dapat mengetahui kegiatan dan juga program-program yang inovatif dari fakultas pertanian Universiti Putra Malaysia. Dipandu oleh Prof. Madya Dr. Nolila Mohd Nawi selaku narasumber sekaligus Ketua Direktorat Staf Akademik Fakulti Agriculture UPM, kegiatan kunjungan berlangsung selama kurang lebih 2 jam yang diisi dengan diskusi yang menarik meliputi struktur organisasi, program studi, kegiatan mahasiswa, capaian dan prestasi mahasiswa dan dosen, dll. Kegiatan ditutup dengan pemberian cinderamata dari masing-masing perwakilan universitas.

Pada hari ketiga, keseruan rombongan widyakarya mahasiswa angkatan 51 & 52 dilanjutkan ke SD Guthrie. Kunjungan ini membuka wawasan baru bagi mahasiswa terkait dengan kelapa sawit. Mahasiswa belajar mengenai proses budidaya kelapa sawit, pengolahan menjadi minyak, hingga manajemen pabrik yang terstruktur. Tidak hanya ke perusahaan besar, pada kesempatan widyakarya ini mahasiswa juga diajak untuk belajar ke usaha berskala kecil seperti Chuan Hoe Coffee Factory yang berada di Klang, Malaysia. Dari kunjungan ke Chuan Hoe Coffee, mahasiswa dapat merefleksikan perjalanan usaha kopi turun temurun yang berhasil dikelola hingga saat ini dengan masih mempertahankan sistem produksi yang tradisional untuk menciptakan produk yang autentik. Kegiatan hari ketiga diakhiri dengan kunjungan ke Harriston Chocolate Malaysia. Rombongan widyakarya berkesempatan untuk membuat coklat sendiri dengan berbagai bentuk, tidak lupa juga untuk membeli oleh-oleh bagi keluarga tercinta.

Kegiatan widyakarya diakhiri dengan kunjungan ke Ajinomoto Berhad, sebuah perusahaan pionir pada bidang bumbu masakan. Rombongan widyakarya diajak untuk menyaksikan proses pengemasan produk unggulan mereka yaitu MSG, sekaligus mendapatkan penjelasan yang lengkap mengenai lini produk dan strategi pemasaran yang diterapkan di perusahaan tersebut. Kegiatan dikemas dengan menyenangkan, diisi dengan sesi QnA berhadiah.

Melalui rangkaian kegiatan widyakarya ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh wawasan akademik dan pengalaman praktis mengenai pengelolaan agribisnis di tingkat internasional, tetapi juga memahami pentingnya inovasi, keberlanjutan, dan kolaborasi dalam menghadapi tantangan sektor pertanian dan pangan di masa depan. Pengalaman belajar lintas negara ini sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kualitas pembelajaran berbasis pengalaman. Diharapkan pengalaman ini menjadi bekal berharga bagi mahasiswa untuk berkontribusi dalam pembangunan sektor agribisnis yang berdaya saing, inovatif, dan berkelanjutan.
Penulis : Cahya Arindrasari
Admin Website Prodi Magister Manajemen Agribisnis, Fakultas Pertanian UGM