• UGM
  • IT Center
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada MAGISTER MANAJEMEN AGRIBISNIS
DEPARTEMEN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA
  • BERANDA
  • TENTANG KAMI
    • Tentang Kami
    • Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran
    • Sejarah
    • Staf Pengajar dan Tenaga Pendidikan
    • Fasilitas
    • Rekognisi Akademis
  • AKADEMIK
    • Jaminan Mutu
    • Profil Lulusan
    • Capaian Pembelajaran Lulusan
    • Kurikulum
      • Daftar Mata Kuliah
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Peta Kurikulum
    • Formulir Pendaftaran Ujian dan Seminar Tesis
    • Peraturan Pelaksanaan Pendidikan
  • RISET DAN PENGABDIAN
    • Publikasi
    • JURNAL
      • JAMADev
      • AGRO EKONOMI
      • Ilmu Pertanian (Agricultural Science)
    • Pengabdian Kepada Masyarakat
  • KEMAHASISWAAN DAN ALUMNI
    • Prestasi Mahasiswa
      • Dinda Amalia Gumay
    • Informasi Beasiswa
    • Alumni
      • Alumni MMA Menyapa (#1): Langgeng Wisnu A
    • KAGAMA (Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada)
    • Lowongan Pekerjaan
    • Survey Kepuasan Stakeholder MMA
    • SURVEY KEPUASAN MAHASISWA MMA 2023/2024
  • UNDUH
    • Buku Panduan Akademik Magister Manajemen Agribisnis
    • Modul Pegangan Mata Kuliah (RPKPS)
    • Kalender Akademik Semester Genap Tahun Ajaran 2025/2026
  • KONTAK KAMI
    • Pengajuan Komplain
  • Beranda
  • News
  • Lulus 1 Tahun 4 Bulan di Tengah Kuliah dan Kerja, Ini Strategi Muhammad Azzar Kashi di MMA UGM

Lulus 1 Tahun 4 Bulan di Tengah Kuliah dan Kerja, Ini Strategi Muhammad Azzar Kashi di MMA UGM

  • News
  • 9 April 2026, 12.03
  • Oleh: debilla.putricia.permata
  • 0

Program Studi Magister Manajemen Agribisnis (MMA), Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, kembali mencatat capaian membanggakan melalui salah satu mahasiswanya, Muhammad Azzar Kashi. Studi magister yang umumnya ditempuh sekitar dua tahun, berhasil diselesaikan hanya dalam waktu 1 tahun 4 bulan. Capaian ini menunjukkan bahwa dengan perencanaan yang matang dan komitmen yang kuat, studi di jenjang magister dapat diselesaikan secara lebih efisien tanpa mengurangi kualitas.

Azzar, yang berasal dari Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, merupakan lulusan S1 Agribisnis dari Universitas Malikussaleh. Selama menempuh studi di MMA UGM, ia tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga aktif dalam kegiatan kampus dan mulai bekerja sejak semester kedua.

Pada awal perkuliahan, Azzar sempat terlibat dalam kegiatan podcast MMA untuk menambah pengalaman dan memperluas relasi. Namun, ketika mulai menjalani pekerjaan secara hybrid, ia mengambil keputusan untuk lebih fokus mengatur prioritas antara kuliah dan pekerjaan agar keduanya tetap berjalan seimbang hingga akhirnya mampu menyelesaikan studi tepat waktu.

Menurut Azzar, keberhasilan menyelesaikan studi dalam waktu singkat tidak lepas dari kejelasan tujuan sejak awal. Ia menempatkan studi magister sebagai prioritas utama, sekaligus sebagai bentuk tanggung jawab terhadap pilihan yang telah diambil.

“Kunci utamanya adalah konsisten, fokus pada tujuan, dan berani melangkah.”

Dalam kesehariannya, Azzar membangun ritme belajar yang sederhana namun terjaga. Ia tidak menunggu waktu luang untuk bekerja, melainkan membiasakan diri untuk tetap bergerak, sekecil apa pun progresnya. Baginya, yang terpenting bukan seberapa besar yang dikerjakan, tetapi bagaimana menjaga proses tetap berjalan.

Topik penelitian pun telah dipikirkan sejak awal dengan mengembangkan isu dari skripsinya. Namun, ia tidak ragu untuk menyesuaikan arah penelitian ketika kondisi di lapangan menunjukkan hal yang berbeda. Proses ini membantunya menghasilkan penelitian yang tetap relevan dan kontekstual.

Menariknya, penelitian yang dilakukan Azzar mengangkat topik “Pengaruh Transformasi Digital dan Modal Struktural terhadap Kinerja Keuangan UMKM Berbasis Pertanian di Kabupaten Sleman”. Topik ini dipilih sebagai respons terhadap perkembangan digitalisasi serta tantangan yang dihadapi pelaku UMKM dalam meningkatkan kinerja usahanya, khususnya di sektor pertanian.

 

 

Dalam proses bimbingan, Azzar memilih untuk tidak menunda. Setiap masukan dari dosen pembimbing langsung ia tindak lanjuti agar tidak menumpuk menjadi beban. Ia juga menjaga komunikasi yang baik, sehingga proses bimbingan dapat berjalan lebih lancar.

Meski demikian, perjalanan tersebut tidak selalu mudah. Tekanan untuk menyelesaikan studi dalam waktu singkat, rasa lelah, hingga overthinking sempat menjadi tantangan tersendiri. Untuk menjaga keseimbangan, Azzar memberi ruang bagi dirinya untuk beristirahat dan melakukan hal-hal yang disukai, seperti travelling, agar pikiran tetap segar.

Melalui pengalamannya, Azzar menyadari bahwa proses menyelesaikan studi bukan hanya soal kemampuan akademik, tetapi juga bagaimana seseorang mampu mengelola dirinya sendiri. Ia mengakui bahwa tantangan terbesar sering kali datang dari hal-hal sederhana, seperti rasa malas, keinginan untuk menunda, hingga overthinking yang muncul di tengah proses.

Menurutnya, tidak semua hari berjalan ideal. Ada kalanya merasa lelah, kehilangan fokus, bahkan meragukan diri sendiri. Namun, di titik-titik tersebut, ia berusaha untuk kembali mengingat tujuan awal yang telah ia tetapkan sejak awal kuliah. Baginya, mengingat alasan mengapa ia memulai menjadi cara paling sederhana namun paling kuat untuk menjaga semangat tetap hidup.

Azzar juga belajar bahwa menjaga progres tidak selalu berarti harus bekerja dalam porsi besar. Ia justru membiasakan diri untuk tetap bergerak, meskipun hanya sedikit setiap hari. Pendekatan ini membuatnya tidak merasa terbebani, sekaligus menjaga ritme kerja agar tetap stabil.

Selain itu, ia menekankan pentingnya keberanian dalam menjalani proses. Ia melihat banyak mahasiswa sebenarnya mampu, tetapi tertahan oleh rasa takut untuk memulai atau khawatir melakukan kesalahan. Padahal, keberanian untuk melangkah—meskipun belum sepenuhnya siap—sering kali justru membuka jalan bagi kemajuan yang lebih cepat.

Di sisi lain, ia juga menyadari bahwa mengejar kesempurnaan justru bisa menjadi jebakan. Terlalu lama memikirkan hasil yang ideal sering kali membuat seseorang lupa untuk benar-benar mulai. Karena itu, ia memilih untuk lebih fokus pada progres yang nyata, sekecil apa pun, dibanding menunggu kondisi yang sempurna sejak awal.

“Jangan menyerah, karena selalu ada pelangi setelah hujan.”

Keberhasilan ini tidak hanya menjadi capaian individu, tetapi juga mencerminkan kontribusi dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan efektivitas pembelajaran, serta SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pengembangan kapasitas individu yang produktif dan adaptif.

Ke depan, Azzar berencana untuk berkarier di bidang riset, baik di instansi pemerintah maupun BUMN, serta melanjutkan studi ke jenjang doktoral.

Lebih dari sekadar capaian akademik, kisah Muhammad Azzar Kashi menunjukkan bahwa proses studi bukan hanya tentang seberapa cepat seseorang menyelesaikan pendidikan, tetapi bagaimana ia mampu menjalani setiap tahap dengan kesadaran, konsistensi, dan keberanian. Di tengah berbagai keterbatasan dan tantangan, pilihan untuk tetap melangkah menjadi kunci yang membedakan hasil akhir.

Melalui kisah ini, diharapkan mahasiswa MMA UGM maupun calon mahasiswa dapat melihat bahwa setiap proses memiliki jalannya masing-masing. Dengan perencanaan yang jelas, komitmen yang kuat, dan keberanian untuk memulai, setiap target yang tampak sulit sekalipun dapat dicapai secara bertahap.

Tags: FAKULTAS PERTANIAN UGM MMA UGM SDG 4: Pendidikan Berkualitas SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi SOSEK UGM UGM

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Universitas Gadjah Mada

Magister Manajemen Agribisnis
Gedung Departemen Sosial Ekonomi Pertanian (A10 lt.2)
Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada
Jl. Flora, Bulaksumur Yogyakarta
Email: faperta@ugm.ac.id | Telp.: 0274563062 | Instagram: @mma.ugm

©

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY